DATA PENDAPATAN NASIONAL BERDARSARKAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2019



Apa sih pendapatan nasional itu adalah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.


Ada dua yang menjadi pendapatan nasional


GNP (Gross National Product)

adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang yang dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang bersangkutan baik yang ada di dalam negeri maupun yang bekerja diluar negeri.


GDP (Gross Domestik Product)

 adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan menjumlahkan semua hasil dari warga negara yanng bersangkutan didalam negeri ditambah warga negara asing yang bekerja dinegara yang bersangkutan.

Dari kedua keterangan tersebut Negara akan menerima pendapatan yang akan digunakan berbagai macam mulai dari infrastruktur, pendidikan, peningkatan sumber daya manusia dan yang lainnya.

Nah sekarang kita lebih fokus kepada pendapatan nasional berdarsarkan data pertumbuhan ekonomi .





     Dari data yang disajikan PDB ADHB 2019 Mendapatkan RP 15.833,9 Triliun, akan tetapi pertumbuhan pdb 2019 masih di angka 5,02 persen dibanding 2018 angka tertinggi untuk pertumbuhan pdb adalah sebesar 5,17 persen.

    Meskipun seperti itu, pertumbuhan PDB menurut sektor lapangan usaha, bidang konstruksi yang paling unggul mendapatkan angka 5,76 persen angka tersebut menjadi pengundang investor untuk mensuntikan dananya ke sektor bidang konstruksi, mengapa yang lainnya tidak dipilih  walau angkanya paling tinggi karena sektor usahanya belum pasti masuk dalam katagori apa.

    Dan juga pendapatan nasional terbesar berasal dari pulau jawa, karena kontribusinya besar mendapatkan angka 59 persen dengan pertumbuhan 5,02 persen yang artinya bila anda menjadi investor cobalah mensuntikan dananya ke wilayah yang perusahaanya di pulau jawa. 

Dan juga kita jangan melupakan pertumbuhan jasa di bidang usaha pertanian, karena pertanian adalah usaha yang primer tanpa bidang usaha pertanian maka kita akan terus impor dan impor untuk kebutuhan pertanian


 

Disajikan data diatas bahwa Pertanian adalah sektor usaha yang bergantung pada iklim maka dari itu pertumbuhannya bisa dilihat oleh grafik naik drastis dan turun drastis tetapi yang paling menguntungkan adalah saat triwullan 1 dan 2 karena dua triwullan tersebut adalah waktu bercocok tanam dan awal triwullan 3 panen sehingga grafik agak menurun, nah untuk investor lebih baik menyuntik dananya di triwullan 1 dan 2 karena kedua triwullan tersebut adalah msuim cocok tanam, selain anda sebagai investor mendapat keuntungan juga membantu indonesia mengurangi impor dibidang sektor pertanian.

Nah sekian artikel kali ini mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan maupun dalam pengolahan datanya.


Nama: Muhammad Saiful Arifin
Kelas: MB-43-12
NIM: 1401194159





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN PEMERINTAH MELAKUKAN PENANGANAN EKONOMI DISITUASI WABAH COVID-19