PERAN PEMERINTAH MELAKUKAN PENANGANAN EKONOMI DISITUASI WABAH COVID-19
Ditengah kepanikan wabah yang menimpa negri
tercinta ini mengubah semuanya mulai dari alat kesehatan ditumpuk ama reseller
yang kelakuannya udh melampaui setan…, pengusaha-pengusaha yang bukan di bidang
medis sudah mulai tutup sementara, hingga mengubah lifestyle kita, kemana-mana
kita pakai masker dan social distancing
terhadap orang-orang sekitar, lalu pemerintah sekarang mulai agak kewalahan
dengan wabah ini hingga pada minggu-minggu kemarin dollar naik hingga 16,000
rupiah hingga membuat barang-barang pada naik.
Coba
deh lihat digambar berikut ini siapa yang paling menguntungkan dan siapa yang
rugi, berati disini pemerintah akan mengubah kebijakan dari fiskal dan moneter,
pajak harus diubah untuk mendukung perusahaan-perusahaan baik yang kecil atau
yang besar agar mereka tidak terkena bangkrut, pukulan yang besar terjadi pada
sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi dikarenakan adanya wabah dan
tidak boleh berkumpul dikarenakan khawatir akan terkena imbasnya.
Perusahaan medis disini yang paling
menguntungkan, tetapi bahan baku pasti akan susah didapat dikarenakan
permintaan yang banyak tetapi supply yang mereka punya sedikit, maka terjadilah
politik harga seperti contoh masker operasi per-box ketika belum terjadi wabah
ini hanya sekitar 50,000 tetapi sekarang 350,000 hingga 400,000 karena demand
yang terus meningkat sampai wabah ini usai, Tetapi masker dan APD ini lebih
diutamakan untuk para tenaga medis yang menangani pasien covid-19 yang dimana
paparan virusnya lebih besar ketimbang kita yang ada dirumah.
Terus pemerintah ngapain dong?
Disini juga peran pemerintah dalam
pelebaran defisit secara bijak dengan tidak menumpuk ditahun ini tetapi disebar
hingga tahun kedepannya kesimpulannya adalah kapasitas pembiyaan deficit tidak
dihabiskan dalam tahun fiscal ini saja tapi juga dipersiapkan untuk tahun
berikutnya. Dengan begitu , struktur hutang tetap dalam batas yang bisa
dikendalikan.
Peran pemerintah juga harus menekan
harga bahan makanan pokok karena pendapatan masyarakat sedikit karena lifestyle
berubah derastis karena wabah ini, pemerintah harus betul mengawasi harga bahan
pokok jangan sampai dimainkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang
mengambil kesempatan untung di tengah wabah ini.
Udh gitu aja terus pejabat kita gimana?
Eitts tenang...
Lalu
Ada banyak lembaga pemerintahan yang di tahun ini mengalami pemotongan
anggaran. Hal ini seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden RI Nomor 54 tahun
2020 mengenai Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara TA 2020
Dalam
pasal 1 ayat 1 Perpres tersebut, disebutkan: “Untuk melaksanakan kebijakan dan
langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus
Disease 2019 (COVID-19) dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan
perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan dilakukan perubahan
terhadap Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020.”
1.
MPR dari
semula Rp603,67 miliar menjadi Rp576,129 (berkurang Rp27,531 miliar)
2. DPR dari
semulai Rp5,11 triliun menjadi Rp4,897 triliun (berkurang Rp220,911 miliar)
3. Mahkamah
Agung dari semula Rp10,597 triliun menjadi Rp10,144 triliun (berkurang
Rp453,518 miliar).
4. Kejaksaan RI
dari semula Rp7,072 triliun menjadi Rp6,031 triliun (berkurang Rp1,041 triliun)
5. Kementerian
Pertahanan dari semula Rp131,182 triliun menjadi Rp122,447 triliun (berkurang
Rp8,734 triliun)
Kemudian pemerintah harus
membangun juga di sektor bidang telekomunikasi supaya telekomunikasi berjalan
lancar karena semua seorang pekerja, siswa, mahasiswa, dosen dan lain
sebagainya bekerja dari rumah, ketika bidang telekomunikasi lancar yang terjadi
adalah keuntungan juga yang datang karena ekonomi ini berjalan secara digital
di keadaan seperti ini.
Pemerintah bingung banget dong kerjaannya
berat, terus kita sebagai warga perannya bagaimana?
Bukan hanya peran pemerintah saja
peran kita sebagai warga juga bisa saling bantu dong agar tercipta simbiosis
mutualisme, diwabah ini kita tidak boleh keluar rumah kalau tidak
penting-penting amat dan juga kita ada social
distancing terhadap orang sekitar, dan sekarang Alhamdulillah kita ada di era
informasi yang serba cepat serba instant, dengan cara kita order makanan online
dengan platform gofood, grabfood, lalu membeli kebutuhan belanja secara online dan
lain sebagianya kita disini membantu 4 hal sekaligus:
1. Kita membantu pendapatan pemerintah
2. Membantu pendapatan restoran yang kita pesan
3. Membantu sektor perusahaan di bidang
transportasi seperti ojek online, kurir paket, dan lain sebagainya.
4. Membantu petugas kesehatan yang menangani
covid, karena bila kita dirumah saja kita membantu memutus rantai penyebaran
covid secara luas, dan membantu petugas kesehatan tidak berat pekerjaannya.
Jadi dengan seperti itu kita bisa
pulihkan sektor ekonomi dengan perlahan akan membaik dan juga semoga pandemic ini
selesai agar kita masyarakat dapat beraktifitas normal seperti biasanya, dan
juga kita sebagai warga TOLONG SEKALI KALAU TIDAK PENTING SEKALI JANGAN KELUAR
RUMAH AGAR KITA TIDAK MEMBAWA PENYAKIT DARI LUAR KEPADA ANGGOTA KELUARGA KITA,
stay safe, stay healty.
#Di-rumah aja
Dibuat oleh:
Nama: Muhammad Saiful Arifin
Kelas: MB-43-12
Nim: 1401194159



Komentar
Posting Komentar